TURBT: Reseksi Tumor Kandung Kemih Lewat Saluran Kencing

TURBT (singkatan dari transurethral resection of bladder tumor) adalah tindakan untuk mengangkat tumor di dinding kandung kemih melalui saluran kencing, tanpa sayatan di perut. TURBT memiliki dua tujuan sekaligus: mengangkat tumor sekaligus mengambil contoh jaringan untuk diperiksa, sehingga dokter mengetahui jenis dan tingkat keganasannya.

Kapan TURBT diperlukan?

TURBT umumnya dilakukan ketika ditemukan tumor atau massa di kandung kemih — misalnya pada seseorang yang mengalami kencing berdarah, atau setelah pemeriksaan peneropongan menemukan kelainan. Tindakan ini menjadi langkah utama pada penanganan awal kanker kandung kemih.

Persiapan sebelum tindakan

Sebelum TURBT, dokter biasanya meminta pemeriksaan darah, rekaman jantung, dan menilai obat-obatan yang sedang diminum — khususnya obat pengencer darah. Anda akan diminta berpuasa beberapa jam sebelum tindakan. Persiapan umum operasi dapat dibaca pada artikel persiapan sebelum operasi urologi.

Bagaimana prosedurnya?

TURBT dilakukan dengan bius (anestesi) umum atau spinal. Dokter memasukkan alat tipis berkamera (resektoskop) melalui saluran kencing hingga ke kandung kemih, lalu mengangkat tumor lapis demi lapis menggunakan kawat khusus berenergi listrik atau laser. Jaringan yang diangkat dikirim ke laboratorium untuk diperiksa. Tindakan ini biasanya berlangsung sekitar 30–60 menit dan tidak meninggalkan luka sayatan di kulit.

Pemulihan

Setelah TURBT, kateter biasanya dipasang selama satu sampai beberapa hari, kadang disertai pembilasan kandung kemih untuk mencegah gumpalan darah. Wajar bila urine tampak kemerahan selama beberapa hari. Sebagian besar pasien dapat pulang dalam 1–2 hari dan kembali ke aktivitas ringan dalam waktu singkat, sambil menghindari angkat berat untuk sementara.

Setelah hasil keluar

Karena tumor kandung kemih dapat kambuh, dokter akan menjelaskan rencana lanjutan berdasarkan hasil laboratorium — mulai dari pemantauan berkala dengan peneropongan, pemberian obat ke dalam kandung kemih, hingga tindakan tambahan bila diperlukan. Pemantauan jangka panjang adalah bagian penting dari penanganan.

Risiko yang mungkin terjadi

TURBT tergolong aman, tetapi tetap memiliki risiko seperti perdarahan, infeksi saluran kemih, nyeri saat berkemih sementara, dan — pada kasus yang jarang — robekan dinding kandung kemih. Segera hubungi dokter bila terjadi demam, sulit berkemih, atau perdarahan yang makin banyak.


Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Diagnosis dan pilihan tindakan dapat berbeda pada setiap pasien. Silakan berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi untuk penilaian dan penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda.


Comments

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Tanya Urologi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca