Orkidopeksi: Operasi Menurunkan Testis yang Tidak Turun pada Anak

Orkidopeksi adalah operasi untuk menurunkan testis (buah zakar) yang tidak turun ke posisi normal di dalam kantung zakar (skrotum), lalu menetapkannya di sana. Operasi ini umum dilakukan pada anak dengan kondisi testis tidak turun — dalam istilah medis disebut undescended testis atau kriptorkismus.

Mengapa perlu dioperasi?

Pada janin, testis terbentuk di dalam perut lalu turun ke skrotum menjelang lahir. Bila sampai usia tertentu testis belum turun, posisinya yang berada di tempat yang lebih hangat dapat mengganggu perkembangannya. Menurunkan testis ke skrotum bertujuan menjaga fungsi kesuburan kelak, memudahkan pemeriksaan di kemudian hari, serta mengurangi risiko komplikasi. Penjelasan kondisinya dapat dibaca pada artikel testis tidak turun pada bayi.

Waktu terbaik melakukannya

Umumnya dokter menganjurkan orkidopeksi pada usia bayi, setelah dipastikan testis tidak akan turun sendiri (sering kali pada rentang usia 6–18 bulan). Penanganan yang tidak terlalu terlambat memberi hasil yang lebih baik bagi perkembangan testis. Waktu pastinya tetap ditentukan dokter sesuai kondisi anak.

Bagaimana operasinya?

Orkidopeksi dilakukan dengan bius umum. Bila testis teraba di lipat paha, dokter membuat sayatan kecil di lipat paha dan skrotum, membebaskan testis beserta pembuluhnya, lalu menempatkannya di dalam skrotum dan menjahitnya agar tidak naik kembali. Bila testis tidak teraba, dokter dapat melakukan peneropongan rongga perut (laparoskopi) lebih dulu untuk mencarinya. Operasi biasanya berlangsung sekitar satu jam.

Pemulihan

Sebagian besar orkidopeksi merupakan tindakan rawat singkat, dan anak sering dapat pulang di hari yang sama. Bengkak dan nyeri ringan di daerah operasi adalah hal yang wajar dan mereda dalam beberapa hari. Anak sebaiknya menghindari aktivitas berat dan bermain yang menghentak selama masa pemulihan sesuai anjuran dokter. Dokter akan menjadwalkan kontrol untuk menilai posisi dan perkembangan testis.

Risiko

Komplikasi orkidopeksi tergolong jarang, tetapi dapat berupa infeksi luka, perdarahan, atau — pada sebagian kecil kasus — testis naik kembali atau mengecil sehingga perlu evaluasi lebih lanjut. Dokter akan menjelaskan risiko ini sebelum tindakan.

Kapan harus ke dokter?

Periksakan ke dokter bila salah satu atau kedua buah zakar anak tidak teraba di dalam kantung zakar, atau bila skrotum tampak tidak simetris. Penilaian sejak dini membantu menentukan penanganan yang tepat.


Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Diagnosis dan pilihan tindakan dapat berbeda pada setiap pasien. Silakan berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi untuk penilaian dan penanganan yang sesuai dengan kondisi anak Anda.


Comments

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Tanya Urologi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca