Sedikit hal yang lebih membuat panik daripada melihat darah pada air kemih. Reaksi pertama hampir selalu sama: ketakutan akan penyakit serius. Sebagai dokter spesialis urologi, saya ingin menenangkan sekaligus mengingatkan — kencing berdarah (istilah medisnya hematuria) memang sering disebabkan oleh hal yang tidak berbahaya, tetapi ia juga bisa menjadi satu-satunya tanda awal dari penyakit yang serius. Karena itu, kencing berdarah tidak boleh pernah diabaikan, meskipun hanya terjadi sekali.
Dua Jenis Hematuria
Secara medis, hematuria dibagi menjadi dua. Hematuria makroskopik adalah ketika darah terlihat jelas dengan mata telanjang — air kemih berwarna merah muda, merah, atau kecokelatan seperti teh. Hematuria mikroskopik adalah ketika darah hanya terdeteksi melalui pemeriksaan laboratorium dan tidak terlihat secara kasat mata; biasanya ditemukan secara kebetulan saat pemeriksaan kesehatan rutin.
Keduanya sama-sama perlu dievaluasi. Banyak orang merasa lega ketika air kemihnya kembali jernih setelah beberapa saat, lalu mengabaikannya. Padahal, darah yang hilang-timbul justru kadang menyertai kondisi yang memerlukan perhatian.
Penyebab yang Tidak Berbahaya
Mari mulai dari kabar baiknya, karena memang sebagian besar kasus tidak mengancam jiwa. Penyebab umum hematuria yang relatif tidak berbahaya termasuk infeksi saluran kemih, yang sering disertai rasa perih saat berkemih — saya membahasnya lebih lengkap pada artikel tentang infeksi saluran kemih. Penyebab lain termasuk batu saluran kemih yang melukai dinding saluran saat bergerak, olahraga berat (terutama lari jarak jauh), serta efek samping obat pengencer darah tertentu.
Perlu juga diketahui bahwa tidak semua air kemih yang berwarna merah berarti darah. Konsumsi buah bit, makanan dengan pewarna tertentu, atau obat-obatan tertentu dapat mengubah warna air kemih tanpa adanya darah sama sekali. Inilah salah satu alasan pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk memastikan.
Penyebab yang Perlu Diwaspadai
Di sinilah letak pentingnya tidak menyepelekan hematuria. Darah pada air kemih bisa menjadi tanda awal — dan kadang satu-satunya tanda — dari kondisi serius seperti kanker kandung kemih, kanker ginjal, atau kanker prostat. Pada banyak kasus kanker kandung kemih, kencing berdarah yang tidak disertai rasa nyeri justru menjadi gejala pertama yang muncul. Karena tidak sakit, banyak pasien menundanya — dan inilah yang berbahaya.
Pembesaran prostat pada pria, penyakit ginjal tertentu, serta kelainan pembuluh darah juga dapat menyebabkan hematuria. Faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan penyebab serius antara lain usia di atas 50 tahun, riwayat merokok (faktor risiko kuat kanker kandung kemih), serta paparan bahan kimia industri tertentu.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Jawaban saya sederhana dan tegas: setiap kali Anda melihat darah pada air kemih, periksakan diri ke dokter — bahkan bila hanya terjadi sekali dan kemudian hilang. Jangan menunggu sampai muncul lagi. Segera cari pertolongan terutama bila darah disertai demam, nyeri pinggang hebat, kesulitan berkemih, atau bila Anda tidak bisa berkemih sama sekali karena gumpalan darah menyumbat saluran.
Prinsip yang selalu saya pegang: lebih baik memastikan bahwa penyebabnya tidak berbahaya melalui pemeriksaan, daripada melewatkan kesempatan menemukan penyakit serius pada tahap yang masih dapat ditangani dengan baik.
Bagaimana Dokter Mencari Penyebabnya?
Evaluasi hematuria biasanya bertahap. Dokter akan memulai dengan menanyakan riwayat kesehatan dan pemeriksaan air kemih. Selanjutnya, tergantung temuan dan faktor risiko, mungkin diperlukan pemeriksaan pencitraan seperti USG atau CT scan untuk melihat ginjal dan saluran kemih, serta sistoskopi — pemeriksaan menggunakan kamera kecil untuk melihat langsung bagian dalam kandung kemih. Rangkaian pemeriksaan ini bertujuan memastikan tidak ada penyebab serius yang terlewat.
Kesimpulan
Kencing berdarah adalah gejala yang harus selalu dianggap serius, meski penyebabnya sering kali tidak berbahaya. Yang membuatnya penting adalah kemungkinan, sekecil apa pun, bahwa ia merupakan tanda awal penyakit yang lebih baik ditemukan sedini mungkin. Bila Anda pernah melihat darah pada air kemih Anda — bahkan sekali — jadikan itu alasan untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis urologi, bukan untuk menunggu dan berharap.
Artikel ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan konsultasi medis langsung. Bila Anda mengalami keluhan, silakan periksakan diri ke dokter.
Tinggalkan Balasan