URS (Ureteroskopi): Mengangkat Batu Saluran Kemih dengan Laser Tanpa Sayatan

Ketika batu saluran kemih tidak bisa keluar sendiri dan ESWL bukan pilihan yang tepat, salah satu tindakan yang sering direkomendasikan dokter urologi adalah ureteroskopi, atau URS. Bagi banyak pasien, kata “operasi batu” terdengar menakutkan — padahal URS adalah tindakan modern yang dilakukan tanpa sayatan sama sekali di kulit. Sebagai dokter spesialis urologi, saya akan menjelaskan apa itu URS, bagaimana prosesnya, dan apa yang bisa Anda harapkan.

Apa Itu Ureteroskopi (URS)?

Ureteroskopi adalah tindakan untuk mengatasi batu di ureter (saluran antara ginjal dan kandung kemih) atau di ginjal, menggunakan alat tipis dan panjang bernama ureteroskop. Alat ini dimasukkan melalui jalur alami tubuh — yaitu lewat uretra (saluran kencing), naik ke kandung kemih, lalu ke ureter tempat batu berada. Karena melewati jalur alami, tidak ada sayatan di kulit Anda.

Setelah batu ditemukan melalui kamera kecil di ujung alat, batu dapat langsung diangkat bila berukuran kecil, atau dipecah terlebih dahulu dengan laser bila lebih besar — teknik yang dikenal sebagai litotripsi laser. Pecahan kecilnya kemudian diangkat atau dibiarkan keluar bersama air kemih.

Kapan URS Dipilih?

URS sering menjadi pilihan untuk batu di ureter, khususnya bagian tengah dan bawah, serta batu ginjal berukuran tertentu. Dibanding ESWL, URS memiliki keunggulan dalam tingkat keberhasilan membersihkan batu dalam satu kali tindakan, terutama untuk batu yang keras atau yang tidak hancur dengan gelombang kejut. Dokter akan mempertimbangkan ukuran, lokasi, kekerasan batu, serta kondisi Anda secara keseluruhan sebelum menentukan metode terbaik.

Bagaimana Proses URS Berlangsung?

URS umumnya dilakukan dengan bius — baik bius total maupun bius setengah badan (spinal) — sehingga Anda tidak merasakan nyeri selama tindakan. Berbeda dengan ESWL yang umumnya tidak memerlukan bius, URS memerlukannya karena alat dimasukkan ke dalam saluran kemih.

Tindakan biasanya berlangsung sekitar 30 menit hingga 1 jam tergantung ukuran dan jumlah batu. Setelah batu ditangani, dokter sering memasang sebuah selang lunak sementara bernama DJ stent di dalam ureter untuk membantu aliran air kemih dan mencegah penyumbatan akibat pembengkakan. Stent ini biasanya dilepas beberapa hari hingga minggu kemudian melalui prosedur singkat.

Pemulihan Setelah URS

Sebagian besar pasien dapat pulang pada hari yang sama atau setelah satu malam pengawasan. Setelah URS, wajar bila Anda merasakan beberapa hal selama beberapa hari: rasa tidak nyaman atau perih saat berkemih, sedikit darah pada air kemih, serta rasa ingin berkemih lebih sering. Bila dipasang DJ stent, sebagian pasien merasakan ketidaknyamanan ringan di pinggang saat berkemih — ini normal dan bersifat sementara.

Perbanyak minum air untuk membantu pemulihan, dan ikuti anjuran dokter mengenai obat. Tetap waspadai tanda yang memerlukan perhatian medis: demam tinggi, nyeri hebat yang tidak mereda, atau kesulitan berkemih. Segera hubungi dokter bila gejala ini muncul.

Risiko dan Hal yang Perlu Diketahui

Seperti semua tindakan medis, URS memiliki risiko meski umumnya tergolong aman di tangan dokter berpengalaman. Risiko yang mungkin terjadi termasuk infeksi, cedera ringan pada dinding ureter, atau penyempitan saluran di kemudian hari yang jarang terjadi. Diskusikan kekhawatiran Anda dengan dokter sebelum tindakan — memahami prosedur dengan baik akan membantu Anda merasa lebih tenang.

Kesimpulan

Ureteroskopi adalah salah satu cara paling efektif dan minim invasif untuk mengatasi batu saluran kemih, dilakukan tanpa sayatan dengan tingkat keberhasilan yang tinggi. Bila dokter menyarankan URS untuk Anda, ini umumnya merupakan pilihan yang aman dan terbukti. Untuk memahami gambaran besar penanganan batu, Anda bisa membaca artikel kami tentang penyebab dan pencegahan batu ginjal.

Artikel ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan konsultasi medis langsung. Setiap kondisi pasien berbeda dan memerlukan penilaian individual oleh dokter.


Comments

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Tanya Urologi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca